Insight NTB, Mataram – Nama Herianto, S.P., kini semakin di kenal luas di kalangan aktivis muda dan mahasiswa NTB. Sebagai Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) NTB, sekaligus Koordinator Pusat BEM SI 2024–2025, Herianto tampil meyakinkan dalam forum “Democracy Talks” yang di gelar oleh BEM FISIP Universitas Mataram di Gedung Dome UNRAM, Kamis (13/11).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dengan gaya bicara yang tegas dan substansial, Herianto memaparkan materi bertajuk “Fungsi dan Peran Partai Politik dalam Demokrasi: Menjamin Integritas dan Akuntabilitas Kepemimpinan Nasional.”

Pidatonya menuai perhatian dan tepuk tangan panjang dari peserta yang hadir, sebagian besar mahasiswa dan kalangan akademisi.

“Partai politik bukan sekadar kendaraan kekuasaan. Ia adalah sekolah nilai, tempat pemimpin di bentuk, dan tempat integritas di uji,” ujar Herianto di awal paparannya.

Selain itu, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang yang mewakili dunia akademik, aktivisme, dan politik daerah.

Empat pemateri utama hadir memberikan perspektif mendalam terkait tantangan demokrasi dan kepemimpinan di Indonesia, yaitu:

  • Dr. Rachman Maulana Karfawi, S.H., M.H., Dosen Hukum Tata Negara FISIP UNRAM
  • Herianto, S.P., Koordinator Pusat BEM SI 2024–2025 dan eks Ketua AMPG NTB (Angkatan Muda Partai Golkar)
  • Taufan, S.H., M.H., Dosen Hukum Pidana FISIP UNRAM
  • Nurjanah, S.Pd., aktivis perempuan NTB

Sementara itu, acara ini menghadirkan Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H., Ketua DPRD Provinsi NTB, sebagai Keynote Speaker.

Sorot Kepercayaan Publik Terhadap Partai Politik

Herianto menyoroti krisis kepercayaan publik terhadap partai politik yang disebabkan oleh maraknya praktik transaksional dan lemahnya kaderisasi berbasis nilai. Tidak hanya itu, ia juga menawarkan solusi konkret melalui konsep Sistem Integritas Partai Politik (SIPP) sebuah kerangka reformasi internal partai yang menekankan transparansi, akuntabilitas keuangan, rekrutmen kader berbasis moralitas, serta sistem pengawasan internal yang ketat.

“Kalau partai ingin kembali di percaya rakyat, maka yang harus di benahi bukan citra, tapi moralitas di dalamnya. Politik itu mulia kalau di jalankan dengan niat pelayanan,” tegasnya.

Kehadiran Herianto dalam forum ini dinilai banyak pihak sebagai representasi generasi baru dalam politik daerah. Muda, berwawasan, dan berani bicara soal etika kekuasaan.

Sebagai Ketua AMPG NTB, ia berhasil menggabungkan semangat aktivisme mahasiswa dengan tanggung jawab politik, sebuah kombinasi langka di tengah iklim politik yang sering pragmatis.

Selain itu, dalam sesi diskusi. Herianto menegaskan bahwa regenerasi politik di NTB harus di mulai dari anak muda yang memahami nilai integritas, bukan sekadar ambisi kekuasaan.

“Saya percaya, masa depan demokrasi Indonesia di tentukan oleh seberapa berani generasi muda menolak politik uang dan berjuang menjaga moralitas publik,” pungkasnya.

Acara Democracy Talks ini di selenggarakan oleh BEM FISIP UNRAM sebagai ruang refleksi tentang arah demokrasi Indonesia ke depan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa wacana politik bersih dan berintegritas kini mulai mendapat tempat di hati mahasiswa.

Melalui gagasan dan keteguhannya, Herianto menegaskan bahwa politik bukan sekadar soal posisi, tetapi soal pengabdian. Sebuah pesan yang menggema di tengah kebutuhan bangsa akan lahirnya pemimpin muda yang berani dan beretika.