Insight NTB, Mataram — Sosok pendakwah Habib Bahar bin Smith kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai peran dan ketangguhan istri seorang pendakwah viral di media sosial. Ucapan tersebut mencuat di tengah polemik rumah tangga yang menyeret nama istri sirinya, Helwa Bachmid, yang mengaku jarang mendapat perhatian selama menikah dan menjalani proses kehamilan.
Habib Bahar dalam sebuah ceramah yang di unggah ulang oleh akun Instagram @imaaannn097, menegaskan bahwa kehidupan sebagai istri pendakwah tidaklah mudah. Menurutnya, pendamping seorang pendakwah harus memiliki kesabaran ekstra. Selain itu harus memiliki mental kuat karena suaminya kerap di sibukkan dengan aktivitas dakwah dan kegiatan sosial.
Dalam video itu, Habib Bahar menyampaikan bahwa seorang istri tidak seharusnya menuntut suaminya untuk selalu berada di rumah, terlebih jika suaminya mengemban tanggung jawab dakwah.
“Saya bilang ke istri saya, walaupun saya di kelilingi banyak perempuan, hati saya hanya untuk Fadlun,” ujar Bahar merujuk pada istri pertamanya, Fadlun Balghoits, yang di kenal loyal mendampingi aktivitas dakwahnya.
Habib Bahar menjelaskan bahwa ia sudah memberikan pemahaman kepada istrinya mengenai waktu dan perhatian yang dapat ia berikan di tengah padatnya agenda dakwah.
“Kalau saya ada di rumah, raga saya milik istri. Tapi di luar, waktu saya untuk umat,” lanjutnya.
Istri Pendakwah Harus Bermental Baja!
Bahar juga menegaskan bahwa istri seorang pendakwah harus siap berbagi waktu dengan umat dan tidak berharap dapat memiliki suami sepenuhnya. Hal itu, katanya, menjadi konsekuensi dari profesi dakwah yang menuntut mobilitas tinggi dan kesiapan mental yang kuat.
Pernyataan Habib Bahar itu kini ramai di perbincangkan publik setelah di sandingkan dengan pengakuan Helwa Bachmid. Dalam wawancara bersama dr. Richard Lee, Helwa mengaku sering merasa sendirian karena jarang di temui suami. Bahkan saat membutuhkan dukungan selama kehamilan dan setelah melahirkan.
Ia juga mengatakan bahwa Habib Bahar hanya datang sebentar saat proses kelahiran untuk mengazankan bayi mereka.
“Aku merasa seperti menjadi istri simpanan. Sering menangis karena merasa hidup seperti janda,” ucap Helwa.
Di sisi lain, istri pertama Habib Bahar, Fadlun Balghoits, sempat memberikan pembelaan. Ia menyebut Helwa terlalu manja karena kerap meminta di temani. Fadlun menegaskan bahwa dirinya pun melahirkan tiga anak tanpa di dampingi suami dan tetap kuat karena memahami tugas dakwah Habib Bahar.
Kontroversi ini memicu komentar beragam di ruang publik. Sebagian mendukung pernyataan Bahar terkait tanggung jawab dakwah. Sementara yang lain menilai hal itu sebagai bentuk pembenaran atas kurangnya perhatian terhadap istri.


