Lombok Tengah, insightntb.com – Program Healing Literasi #8 akan kembali di gelar di Dusun Lanji, Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini menjadi istimewa karena menghadirkan Bunda Literasi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, sebagai bentuk kolaborasi antara komunitas literasi dan pemerintah daerah.
Healing Literasi merupakan terobosan pendidikan yang di inisiasi Bale Ceria Lanji untuk merevitalisasi peran literasi sebagai fondasi pembangunan karakter dan kecerdasan anak serta remaja. Program ini mengintegrasikan pendekatan emosional dalam proses belajar, sehingga membaca tidak lagi dipersepsikan sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan yang menyenangkan.
Pendekatan tersebut dinilai efektif karena masa kanak-kanak dan remaja merupakan fase emas perkembangan otak. Penanaman budaya baca sejak dini menjadi investasi jangka panjang untuk membangun daya pikir kritis, kreativitas, serta ketahanan mental generasi muda di tengah tantangan global.
Kolaborasi Komunitas dan Pemerintah Perkuat Gerakan Literasi
Kehadiran Bunda Literasi NTB pada Healing Literasi #8 menjadi simbol sinergi antara komunitas dan instansi pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas literasi masyarakat. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 100 anak tingkat TK dan SD. Dengan dukungan 50 relawan yang berasal dari PMR SMAN 1 Praya Tengah, mahasiswa Universitas Mataram, serta pemuda umum.
Founder Bale Ceria Lanji, Muhammad Hidayatullah, S.Pd., menjelaskan bahwa Healing Literasi tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca anak. Tetapi juga menjadi ruang partisipasi positif bagi kaum muda.
“Kegiatan ini mampu menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dan membangun kebiasaan membaca. Selain itu, keterlibatan pemuda dan dukungan pemerintah menjadi kekuatan utama agar gerakan ini terus berkelanjutan,” ujarnya.
Dampak Nyata bagi Anak dan Masyarakat
Senada dengan itu, Ketua Bale Ceria Lanji, Azizul Hakim, menegaskan bahwa Healing Literasi di rancang sebagai sarana edukasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kegiatan ini terbukti memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, pemuda, dan masyarakat. Dampaknya sangat terasa dari pelaksanaan Healing Literasi sebelumnya,” katanya.
Bale Ceria Lanji berharap Healing Literasi dapat terus berjalan secara konsisten dan menjangkau lebih banyak wilayah. Program ini di harapkan menjadi sarana strategis dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih.
Dengan pendekatan humanis dan kolaboratif. Healing Literasi diyakini mampu melahirkan generasi Lombok Tengah yang literat, adaptif, dan siap menjadi penggerak kemajuan daerah di masa depan.


