Lombok Timur, insightntb.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur mengajak para pelaku usaha program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara terpusat melalui Baznas. Langkah ini di nilai strategis untuk memperkuat upaya pengurangan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Ketua Baznas Lombok Timur, Muhammad Kamli, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada pengusaha MBG yang mulai menunaikan kewajiban zakat dan infaknya melalui Baznas. Ia berharap inisiatif tersebut dapat di ikuti oleh seluruh pengusaha MBG yang beroperasi di Lombok Timur.
“Alhamdulillah, sudah ada pengusaha MBG yang menyalurkan zakat dan infaknya melalui Baznas. Harapan kami, pengusaha MBG lainnya juga tergerak, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kamli, Minggu (11/1/2026).
Proyeksi Penghimpunan Zakat Capai Rp260 Juta per Bulan
Kamli menjelaskan, apabila seluruh pengusaha MBG konsisten menunaikan zakat secara rutin. Potensi dana yang dapat di himpun Baznas Lombok Timur di perkirakan mencapai Rp260 juta setiap bulan. Dana tersebut dinilai cukup signifikan untuk memperkuat berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, optimalisasi zakat dari sektor usaha menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas jangkauan program kesejahteraan. Terutama bagi kelompok masyarakat rentan.
Bantuan Rumah dan Gerobak Usaha untuk Warga
Sebelumnya, melalui pengelolaan dana ZIS, Baznas Lombok Timur bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan kepada 73 keluarga pada Kamis (8/1/2026). Bantuan tersebut mencakup 50 unit Rumah Layak Huni (Mahyani) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil dan zakat Bank NTB Syariah. Serta 23 unit rumah rehabilitasi yang di danai langsung oleh Baznas Lombok Timur.
Selain bantuan perumahan, Baznas dan Pemkab Lombok Timur juga menyalurkan 20 paket gerobak usaha lengkap dengan modal awal sebesar Rp1,5 juta per penerima. Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjadi langkah awal menekan angka kemiskinan ekstrem pada awal 2026.
Lombok Timur Masih Hadapi 20 Ribu Rumah Tidak Layak Huni
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat merupakan bentuk komitmen bersama dalam menyelesaikan persoalan dasar masyarakat. Khususnya terkait hunian tidak layak.
Ia menyebutkan, hingga saat ini Lombok Timur masih memiliki sekitar 20 ribu unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 21 kecamatan.
“Ke depan, sinergi Lombok Timur dengan Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah pusat harus terus di perkuat. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan dan penanganan kemiskinan,” kata Warisin.
Ia menambahkan, Pemkab Lombok Timur terus melakukan komunikasi dan lobi dengan pemerintah pusat. Supaya program penanganan kemiskinan dan perbaikan rumah tidak layak huni mendapat dukungan anggaran yang lebih besar. Sejumlah program strategis nasional, seperti kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan di kawasan Ekas serta proyek SPAM Pantai Selatan, di sebut telah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


