Lombok Tengah, insightntb.com – Mulai tahun ini, satu batalion tempur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) akan ditempatkan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 500 personel dijadwalkan tiba pada April 2026 dan akan menempati bangunan eks Aerotel Praya sebagai markas sementara.
Penempatan batalion ini menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan dan keamanan di wilayah NTB, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, mengungkapkan bahwa kehadiran batalion baru tersebut memiliki arti strategis, baik dari sisi keamanan maupun pembangunan daerah.
“Personel direncanakan mulai masuk pada April mendatang dengan kekuatan awal sekitar 500 orang beserta perlengkapan pendukungnya,” ujarnya usai kegiatan Safari Ramadan di Desa Mantang, Jumat (20/2).
Menurutnya, keberadaan batalion tempur di Lombok Tengah diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan wilayah sekaligus bersinergi dalam mendukung program pembangunan daerah.
Eks Aerotel Praya Jadi Markas Sementara
Sebagai bentuk dukungan terhadap penempatan batalion TNI AD tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah memberikan izin pemanfaatan bangunan eks Aerotel Praya sebagai markas sementara.
Markas permanen batalion direncanakan dibangun di sekitar wilayah Desa Mangkung dengan luas lahan sekitar 56 hektare yang telah disiapkan.
“Markas permanennya nanti di Desa Mangkung. Lahannya sudah tersedia kurang lebih 56 hektare,” jelas Pathul.
Bagian dari Rencana Pengembangan Kodam di NTB
Penempatan batalion tempur ini juga menjadi bagian dari rencana besar pengembangan struktur pertahanan di NTB, termasuk wacana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) di wilayah tersebut.
Lombok Tengah disebut sebagai salah satu kandidat lokasi pembangunan Kodam atau Korem, dengan kebutuhan lahan sekitar 73 hektare. Proses persiapan lahan saat ini masih berlangsung, sementara pembangunan direncanakan dimulai pada 2028.
Selain itu, daerah ini juga dipertimbangkan sebagai lokasi penempatan Brigade TNI dengan kekuatan dua hingga tiga batalion.
Untuk rencana penempatan Brigade TNI, Pemkab Lombok Tengah menawarkan wilayah utara, tepatnya di Desa Lantan, sebagai lokasi alternatif. Penempatan ini diharapkan menciptakan keseimbangan antara wilayah selatan dan utara Lombok Tengah.
Pemerintah daerah menilai keberadaan satuan TNI dalam skala besar tidak hanya berdampak pada penguatan pertahanan nasional, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar.
Dengan masuknya batalion tempur TNI AD di Lombok Tengah, NTB diproyeksikan akan memiliki posisi strategis dalam peta pertahanan nasional. Sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan berkelanjutan.


