Lombok Timur, insightntb.com – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paokpampang mengonfirmasi adanya menu susu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di ketahui telah melewati masa kedaluwarsa saat di distribusikan ke sejumlah sekolah di Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur.
Ketua SPPG Paokpampang, Arjuna, menjelaskan susu tersebut di terima dari pihak pemasok pada malam hari dan langsung di simpan dalam freezer. Hal itu di lakukan karena susu yang di gunakan merupakan susu segar yang harus berada dalam suhu dingin untuk menjaga kualitasnya.
Pengecekan Terlewat Saat Proses Pengepakan
Menurut Arjuna, pada saat penerimaan barang tidak di lakukan pengecekan detail maupun pengepakan karena khawatir dapat memengaruhi kualitas susu. Proses pengepakan baru di lakukan keesokan paginya oleh relawan bersamaan dengan menu kering lainnya.
“Pada saat itulah kami kecolongan karena tidak mengecek kembali masa kedaluwarsa susu. Kami terlalu percaya kepada suplayer,” ungkap Arjuna saat di konfirmasi, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, sebelumnya produk susu dari pemasok yang sama pernah di gunakan dan tidak menimbulkan masalah, sehingga pengawasan kali ini kurang maksimal.
SPPG Sampaikan Permohonan Maaf dan Ganti Susu
Atas kejadian tersebut, pihak SPPG Paokpampang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat Program MBG. Mereka juga menegaskan komitmen untuk bertanggung jawab penuh dengan mengganti seluruh susu yang di ketahui telah kedaluwarsa.
“Kami mewakili dapur menyampaikan permohonan maaf dan memastikan seluruh susu yang expired akan di ganti. Ke depan, pengecekan akan kami perketat,” tegas Arjuna.
Ia juga menyebut pihak pemasok telah menyatakan kesediaan untuk mengganti seluruh produk yang tidak layak konsumsi. SPPG Paokpampang memastikan tidak akan menerima bahan pangan tanpa pemeriksaan ketat ke depannya.
Ahli Gizi Dorong Pengawasan Lebih Ketat
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Paokpampang, Nur Survian, menilai kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk memperkuat sistem pengawasan kualitas bahan pangan, khususnya dalam penyusunan menu dan pemenuhan standar gizi Program MBG.
“Kami akan terus berbenah dan meningkatkan koordinasi agar pelayanan kepada penerima manfaat semakin optimal,” ujarnya.
Di sisi lain, Sekretaris Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Timur, M. Junaidi, mengingatkan seluruh SPPG agar menyusun perencanaan menu jauh hari sebelum pelaksanaan. Lengkap dengan spesifikasi barang dan administrasi pemesanan yang jelas.
“Menu harus di rancang sejak awal, spesifikasi barang dan nota pemesanan harus rinci. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” tegasnya.


