Lombok Timur, insightntb.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram periode 2025/2026 sukses melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Pakan Ternak pada Rabu (28/1/2026). Bertempat di Aula Kantor Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, acara ini melibatkan jajaran pemerintah desa serta masyarakat setempat.
Kegiatan sosialisasi ini dipandu secara langsung oleh Firman Zandra Gholib selaku Ketua KKN PMD Universitas Mataram. Acara tersebut mendapat sambutan hangat dan dihadiri oleh Sekretaris Desa Korleko Selatan, Bapak Rusliadi, S.Pd., beserta jajaran staf kantor desa dan Kepala Wilayah (Kawil) setiap dusun. Turut hadir pula ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) serta masyarakat peternak setempat yang menjadi sasaran utama dalam program pemberdayaan ini.
Program ini di latarbelakangi kondisi peternak desa yang masih bergantung pada hijauan alami sekitar lahan pertanian. Pola tradisional menyebabkan ketersediaan pakan menurun dratis saat musim kemarau, sehingga kebutuhan ternak sulit terpenuhi. Situasi tersebut diperkuat minimnya pengetahuan masyarakat terkait pengolahan limbah pertanian serta manajemen pakan ternak yang masih bersifat konvensional.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN Unram berupaya mengenalkan pemanfaatan limbah pertanian, khususnya jagung, sebagai bahan baku pakan alternatif berkelanjutan. Materi yang di sampaikan mencakup metode silase, hay, serta fermentasi lengkap dengan penambahan konsentrat untuk meningkatkan nilai gizi pakan.
Sesi sosialisasi di awali dengan pemaparan konsep pengolahan pakan alternatif yang di sampaikan langsung oleh Bapak Tirmizi. Ia selaku pelaku usaha ternak mandiri dan berpengalaman dalam memproduksi pakan ternak. Diskusi berlangsung interaktif, terlihat dari antusiasme masyarakat yang aktif memberikan pertanyaan dan berbagi pengalaman beternak mereka. Hal ini menandakan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi di sektor peternakan.
Proses Pelatihan Pemanfaatan Limbah Pertanian
Selanjutnya acara kemudian di lanjutkan pada demonstrasi praktik menggunakan mesin pencacah. Bahan yang di gunakan meliputi tebon jagung serta hijauan alami seperti rumput gajah dan daun singkong. Peserta di perlihatkan proses pencacahan agar bahan lebih mudah di olah dan efisien. Selain itu, peserta juga di latih meracik konsentrat campuran yang terdiri dari dedak padi, molases (tetes tebu), serta probiotik yang mengandung Aspergillus niger.

Program ini melibatkan pemerintah desa sebagai mitra utama. Sekretaris Desa Korleko Selatan menyambut positif inisiatif ini karena di nilai mampu membuka wawasan baru bagi warga.
“Program ini sangat bagus untuk mengubah pola pikir masyarakat. Limbah pertanian yang biasanya hanya di buang. Kini warga jadi paham bahwa itu bisa di olah menjadi pakan bernilai ekonomis dan bermanfaat jangka panjang,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Melalui program ini, masyarakat di arahkan untuk mengubah paradigma pengelolaan limbah pertanian dari sekadar bahan buangan menjadi sumber pakan produktif. Kegiatan ini di harapkan dapat mendorong kemandirian peternak, menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun. Serta mendukung keberlanjutan sektor peternakan di Desa Korleko Selatan.
Mahasiswa KKN Universitas Mataram berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendampingi masyarakat guna memastikan teknologi tepat guna ini dapat di terapkan secara mandiri dan berkelanjutan.


