Mataram, insightntb.com — Polemik seleksi Direksi PT. GNE memanas. LSM Garuda Indonesia menyatakan sikap akan menggelar aksi massa jika BUMD kebanggaan masyarakat NTB itu tidak membuka kembali pendaftaran yang dinilai bermasalah.
Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini, menilai proses rekrutmen berlangsung tidak transparan sejak awal pengumuman.
Ia menyoroti masa pendaftaran yang hanya berlangsung dua hari, dari 8 hingga 10 Februari 2026, serta dimulai pada hari Minggu.
Menurutnya, waktu tersebut terlalu singkat untuk jabatan strategis di perusahaan daerah.
“Ini menimbulkan kecurigaan publik karena kesempatan masyarakat menjadi sangat terbatas,” kata Zaini, Sabtu (14/2/2026).
Ia juga mempersoalkan metode pengumuman yang hanya dilakukan melalui media sosial dan situs perusahaan.
Model penyampaian informasi itu dinilai tidak menjangkau publik secara luas dan berpotensi mengurangi partisipasi kandidat profesional.
LSM Garuda mendesak Gubernur NTB, Miq Iqbal, turun tangan mengevaluasi panitia rekrutmen.
Menurut Zaini, pembukaan kembali pendaftaran akan memperkuat legitimasi proses seleksi dan mencegah munculnya kecurigaan publik.
“Kami ingin prosesnya profesional, terbuka, dan kompetitif secara sehat,” ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya tidak ingin kesalahan pengelolaan BUMD di masa lalu kembali terulang.
LSM Garuda bahkan menyiapkan aksi demonstrasi jika tuntutan tersebut diabaikan pemerintah daerah.
“Kami akan menggeruduk PT GNE jika tidak ada tindakan,” tegasnya.
Zaini menilai langkah koreksi masih bisa dilakukan sebelum tim menetapkan direksi definitif.
Sampai saat ini, pihak PT GNE maupun Pemprov NTB belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan tersebut.


