Mataram, insightntb.comGubernur Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan rencana pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Pelabuhan Lembar hingga Pelabuhan Kayangan akan dirancang dengan fungsi ganda.

Advertisement

Selain sebagai jalur transportasi utama di Pulau Lombok, jalan tersebut juga diproyeksikan dapat difungsikan sebagai landasan pacu darurat bagi pesawat tempur TNI Angkatan Udara dalam kondisi tertentu.

Iqbal menjelaskan, gagasan tersebut muncul dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam audiensi tersebut, pemerintah pusat disebut telah memberikan dukungan terhadap konsep jalan strategis yang juga memiliki fungsi pertahanan.

“Dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan, jalur ini dirancang memiliki fungsi tambahan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur jika dibutuhkan,” ujar Iqbal.

Menurutnya, posisi Pulau Lombok yang berada di jalur pelayaran internasional menjadikan kawasan ini memiliki nilai strategis dalam aspek pertahanan nasional.

Pangkas Waktu Tempuh Lembar–Kayangan

Selain untuk kepentingan strategis, pembangunan jalan bypass tersebut juga bertujuan mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Pulau Lombok.

Jalur yang menghubungkan wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, hingga Lombok Timur itu diperkirakan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan dari Lembar ke Kayangan.

“Dengan adanya bypass ini, perjalanan dari Lembar ke Kayangan diperkirakan bisa ditempuh sekitar dua jam saja,” kata Iqbal.

Iqbal menyebutkan bahwa proyek pembangunan bypass tersebut saat ini masih berada pada tahap persiapan teknis.

Pemerintah daerah menargetkan proses detail engineering design (DED) dapat diselesaikan dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Setelah tahap desain rampung, pemerintah akan melanjutkan proses penyelesaian pembebasan lahan sebelum proyek konstruksi dimulai.

“Studi kelayakan sudah ada. Setelah desain selesai dan persoalan tanah diselesaikan, tahun berikutnya pembangunan bisa dimulai. Targetnya selesai pada 2028 atau paling lambat awal 2029,” jelasnya.

Anggaran Proyek Diperkirakan Rp3,5 Triliun

Pembangunan jalan bypass Lembar–Kayangan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp3,5 triliun.

Anggaran tersebut mencakup pembangunan jalur baru dari kawasan Sengkol di Lombok Tengah hingga Pringgabaya di Lombok Timur, serta peningkatan jalan dari Bundaran Gerung di Lombok Barat menuju Bandara Internasional Lombok.

Dari total anggaran tersebut, segmen Sengkol–Pringgabaya menjadi bagian terbesar dengan kebutuhan dana sekitar Rp2,8 triliun, sementara peningkatan jalur bypass Bandara Internasional Lombok sepanjang 20,4 kilometer diperkirakan menelan biaya Rp700 miliar.

Iqbal menilai keberadaan jalur strategis ini akan membantu menekan biaya transportasi logistik di NTB.

Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi berbagai komoditas seperti sapi, bawang, dan produk pertanian lainnya diperkirakan akan lebih efisien.

“Jika biaya transportasi lebih murah, biaya distribusi komoditas juga turun. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah selatan,” ujarnya.

Jalur Dirancang Minim Dampak Permukiman

Dalam perencanaannya, trase bypass sengaja diarahkan mengikuti jalur jalan kabupaten serta kawasan dengan tingkat permukiman yang relatif minim.

Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya pembebasan lahan yang biasanya menjadi komponen besar dalam pembangunan infrastruktur.

Jalan bypass tersebut rencananya dibangun dengan lebar 25 hingga 30 meter, terdiri dari dua jalur dengan empat lajur, serta dilengkapi jalur lambat di beberapa titik persimpangan seperti pada jalur Bypass Mandalika.