Lombok Barat, insightntb.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan sosialisasi strategi pengemasan, pelabelan, dan pemasaran produk keripik pisang guna meningkatkan daya saing UMKM lokal. Kegiatan ini berlangsung di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, pada Kamis, 30 Januari 2026.
Sosialisasi tersebut menyasar pelaku UMKM keripik pisang yang selama ini masih memasarkan produknya secara sederhana, baik melalui pengepul maupun penjualan di pasar tradisional, dengan kemasan polos tanpa identitas produk.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemasan dan label sebagai identitas produk sekaligus sarana meningkatkan nilai jual. Selain itu, pelaku UMKM juga diperkenalkan pada strategi pemasaran sederhana. Seperti penggunaan kemasan yang lebih menarik, pencantuman informasi produk pada label, serta peluang pemasaran di luar jalur pengepul.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN turut melakukan pendampingan pembuatan label produk dan memperkenalkan inovasi varian rasa baru, yakni keripik pisang rasa bawang putih, sebagai upaya menambah daya tarik produk di pasaran.
Ketergantungan Pada Pengepul dan Kendala Ekspor Jadi Tantangan UMKM

Dalam sesi diskusi, sejumlah pelaku UMKM menyampaikan kondisi usaha dan harapan mereka. Salah seorang pelaku UMKM mengungkapkan bahwa sebagian besar produsen keripik pisang di desa tersebut masih bergantung pada pengepul. Ia juga menyebutkan pernah memperoleh peluang untuk mengekspor keripik pisang ke Australia, namun belum dapat direalisasikan karena keterbatasan pemahaman terkait prosedur, standar operasional, dan persyaratan ekspor.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM keripik pisang di Desa Pakuan dapat memahami proses pengemasan, pelabelan, dan strategi pemasaran yang tepat. Sehingga mampu memperluas jangkauan pasar, baik di dalam negeri maupun peluang ekspor ke depan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendukung pengembangan ekonomi desa.


