insightntb.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menanggapi dengan tenang berbagai tudingan yang mengaitkan dirinya dengan sejumlah bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera. Zulhas mengaku tidak mempermasalahkan tuduhan tersebut dan memilih menyikapinya secara santai.
Alih-alih merasa tersinggung. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan memahami dinamika opini publik yang berkembang setiap kali terjadi bencana. Menurutnya, saat banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara, namanya justru ikut di seret sebagai pihak yang di salahkan.
Bahkan, kata Zulhas, tudingan tersebut di kaitkan dengan persoalan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, yang secara geografis tidak berkaitan langsung dengan wilayah terdampak bencana.
“Yang di permasalahkan kepada Zulkifli Hasan itu Tesso Nilo. Padahal Tesso Nilo berada di Provinsi Riau, sementara Riau tidak mengalami bencana apa pun,” ujar Zulhas saat menghadiri Group Conference 2025 di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (8/12).
Zulhas Pilih Sikap Tenang Hadapi Tudingan
Tak hanya itu, Zulhas mengungkapkan bahwa dirinya bahkan di kaitkan dengan peristiwa bencana yang terjadi di luar negeri, seperti di Thailand dan Malaysia. Menanggapi hal tersebut, ia menegaskan tidak mempermasalahkan dan memilih untuk memaafkan.
“Bencana itu di bilang salah Zulkifli Hasan, termasuk di Thailand dan Malaysia. Tidak apa-apa, saya maafkan,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Zulhas menyampaikan rasa duka cita mendalam atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa musibah tersebut merupakan duka bersama seluruh rakyat Indonesia.
“Hari-hari ini merupakan masa yang berat bagi bangsa Indonesia. Bencana alam menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini adalah duka yang kita rasakan bersama,” tuturnya.
Zulhas menilai tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan kesedihan dan penderitaan masyarakat terdampak bencana. Namun demikian, ia memastikan bahwa negara dan seluruh elemen bangsa hadir dan tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi cobaan tersebut sendirian.
“Tidak ada ungkapan yang mampu mewakili rasa pedih saudara-saudara kita. Dalam kondisi sulit ini, negara hadir dan kita tidak meninggalkan siapa pun,” pungkasnya.


