Lombok Timur, insightntb.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur bergerak cepat menindaklanjuti dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang siswa kelas I sekolah dasar (SD) di Kecamatan Pringgabaya. Tim khusus diturunkan untuk menghimpun keterangan dari seluruh pihak terkait guna mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Korban berinisial MHASF diduga menjadi sasaran perundungan oleh teman sekelasnya. Akibat insiden tersebut, korban mengalami memar serius dan diduga menderita patah tulang pada bagian kaki kiri.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr R Soedjono Selong. Pihak medis masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen untuk memastikan kondisi tulang korban sekaligus menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan tindakan operasi.

Kabid SD Dikbud Jenguk Korban, Tim Diturunkan ke Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Nurul Wathoni, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal dengan menjenguk korban secara langsung.

“Pada Selasa kemarin (3/2), Kepala Bidang Sekolah Dasar Dikbud sudah menemui korban dan orang tuanya di rumah sakit. Hari ini kami menurunkan tim ke sekolah untuk melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujar Wathoni, Rabu (4/2).

Nurul Wathoni menegaskan, setiap satuan pendidikan wajib berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Aman dan Nyaman di Sekolah. Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa sekolah harus bebas dari praktik perundungan, kekerasan, maupun tindakan lain yang mengganggu kenyamanan peserta didik.

“Sekolah harus menjamin lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Pengawasan terhadap aktivitas siswa harus dilakukan secara optimal,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif, Dikbud Lombok Timur juga telah menerbitkan surat edaran penetapan guru piket sejak awal Januari 2026. Kebijakan ini bertujuan memperketat pengawasan terhadap aktivitas siswa selama berada di lingkungan sekolah. Khususnya pada jam istirahat dan sebelum pulang sekolah.

Beragam Versi Kronologi Masih Didalami

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, terdapat beberapa versi kronologi kejadian. Salah satu keterangan dari teman korban menyebutkan bahwa korban diduga terjatuh dari atas meja. Namun, Dikbud Lombok Timur menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut masih bersifat sementara.

“Semua keterangan akan kami kroscek. Hari ini tim memanggil pihak sekolah, UPTD, keluarga korban, serta pihak terkait lainnya agar kami mendapatkan gambaran kejadian yang utuh dan objektif,” pungkas Wathoni.