Lombok Barat, insightntb.com – Akses jalan rusak parah kembali memakan korban. Seorang warga Dusun Gerebegan, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, meninggal dunia saat hendak di bawa ke fasilitas kesehatan, Senin (19/1/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Korban terpaksa di gotong menggunakan peralatan seadanya karena kendaraan tidak dapat melintas akibat kondisi jalan tanah berbatu sepanjang sekitar 3,5 kilometer yang rusak berat dan licin saat hujan.

Kepala Desa Jembatan Gantung, Suhaimi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban sebelumnya mengalami sakit akibat dugaan keracunan dan hendak dirujuk ke rumah sakit di dataran rendah yang berjarak sekitar lima kilometer dari permukiman warga.

“Benar, warga kami meninggal dunia. Saat itu keluarga berusaha membawa ke rumah sakit,” ujar Suhaimi.

Digotong Gunakan Kain dan Kayu, Terpaksa Kembali di Tengah Jalan

Menurut Suhaimi, korban sempat di gotong oleh keluarga dan warga menggunakan kain serta kayu sebagai alat bantu. Namun upaya tersebut tidak berhasil.

Di tengah perjalanan, korban terpaksa di bawa kembali karena medan jalan semakin sulit di lalui. Hujan deras membuat jalan licin dan berbahaya, sehingga evakuasi tidak bisa di lanjutkan.

“Karena kondisi jalan dan hujan, akhirnya korban di bawa kembali dan meninggal dunia,” ungkapnya.

Suhaimi mengakui kondisi jalan menuju dusun terpencil tersebut sudah lama rusak dan belum tersentuh pembangunan permanen. Jalan itu sebelumnya di buka oleh pemerintah desa, namun masih berupa jalan tanah yang terjal dan berbatu.

Pihak desa sempat melakukan rabat beton sepanjang sekitar 120 meter menggunakan Dana Desa (DD). Namun rencana lanjutan terhambat karena adanya pemangkasan anggaran dan larangan pengerjaan fisik dalam waktu tertentu.

“Kami ingin lanjutkan, tapi Dana Desa terbatas dan sekarang tidak boleh pengerjaan fisik,” jelasnya.

Ratusan Warga Terisolasi, Dua RT Medannya Paling Berat

Dusun Gerebegan di huni sekitar 700 hingga 800 jiwa. Sementara di RT tempat korban tinggal, terdapat sekitar 20 kepala keluarga. Dua RT, yakni Bentune dan Bunut Ngengkang, di sebut memiliki medan paling berat dan sulit di jangkau.

Kondisi ini membuat warga rentan kesulitan akses layanan dasar, termasuk kesehatan dan bantuan sosial.

Suhaimi menyebut Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebenarnya telah melakukan pengukuran dan pemasangan patok sebagai bagian dari rencana pembangunan jalan penghubung ke Desa Mareje Timur dan Labuan Tereng.

Namun hingga kini, rencana tersebut belum terealisasi. Akibatnya, desa hanya mampu menangani sebagian kecil perbaikan jalan secara mandiri.

“Sejauh ini baru desa yang bisa tangani, itupun sangat terbatas,” katanya.

Ironisnya, Desa Jembatan Gantung juga termasuk wilayah lokus kemiskinan ekstrem. Banyak warga tinggal di rumah tidak layak huni. Pemerintah daerah sempat merencanakan bantuan perbaikan rumah, namun gagal di realisasikan karena material tidak bisa di angkut akibat akses jalan rusak.

“Bantuannya batal karena jalan tidak bisa di lewati,” tutup Suhaimi.